Identifikasi Kompetensi Profesi Supervisor (Pengawas) Pendidikan

Supervisor adalah orang yang melakukan kegiatan supervisi. Banyak ahli menjelaskan pengertian dari supervisi, diantaranya:

ü  “Supervisi adalah apa yang dikerjakan personil sekolah dengan orang-orang dan barang-barang untuk penjagaan atau pengubahan pelaksanaan sekolah agar dapat mempengaruhi langsung pencapaian tujuan pokok pengajaran sekolah”( Ben Harris & Wailand Bessent, 1969: 11)

ü  “Secara tradisional, supervisi dimasukkan bagian dari tanggung jawab penyempurnaan pengajaran. Selama kita memegang pandangan ini, kita menambahkan tekanan pada tanggung jawab pengajaran ini untuk semua tujuan sekolah yang dicapai melalui atau bergantung pada organisasi manusia di sekolah”(Thomas Segiovanni & Robert Starret, 1971:3)

 

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah menegaskan bahwa seorang pengawas harus memiliki 6 (enam) kompetensi minimal, yaitu kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan serta kompetensi sosial. Setiap dimensi kompetensi memiliki sub-sub sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang pengawas. Secara rinci kompetensi-kompetensi dasar tersebut adalah sebagai berikut:

A. Dimensi Kompetensi Kepribadian

Memiliki tanggungjawab sebagai pengawas satuan pendidikan. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal yang baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan.

B. Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial

Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi, misi, tujuan dan program pendidikan di sekolah. Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah. Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah.

C. Dimensi Kompetensi Supervisi Akademik

Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah. Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah. Membimbing guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa pada tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah. Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah.

D. Kompetensi Evaluasi Pendidikan

Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dalam bidang pengembangan di TK/RA dan pembelajaran/bimbingan di sekolah/madrasah. Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah. Menilai kinerja kepala sekolah, guru, dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah. Memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/ madrasah. Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di sekolah/madrasah. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah, kinerja guru, dan staf sekolah/madrasah.

E. Dimensi Kompetensi Penelitian dan Pengembangan

Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif. Menulis karya tulis ilmiah (PTS) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan. Menyusun pedoman/panduan dan/atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah/madrasah. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah/madrasah.

F. Dimensi Kompetensi Sosial

Bekerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga seorang pengaawas harus mampu bersosialisasi dengan baik.

Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh supervisor dapat juga disebutkan sebagai berikut :

1.Mampu melakukan supervisi sesuai prosedur dan teknik-teknik yang tepat

2.Mampu melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan program pendidikan sesuai dengan  prosedur yang tepat

3.Memahami dan menghayati arti, tujuan dan teknik supervisi

4.Menyusun program supervisi pendidikan

5.Melaksanakan program supervisi pendidikan

6.Memanfaatkan hasil-hasil supervisi

7.Melaksanakan umpan balik dari hasil supervisi

Jon Wiles dan Joseph Bondi dalam buku Supervision: A guide to Practice, mengemukakan ada delapan bidang keterampilan khusus yang merupakan bidang kompetensi bagi para supervisor, yaitu :

a)         Supervisor adalah orang yang mengembangkan manusia

b)        Supervisor adalah Pengembang Kurikulum => karena supervisor bekerja langsung dengan guru-guru mengenai problem-problem pengajaran, mereka mempunyai kesempatan yang paling baik untuk mempengaruhi perkembangan kurikulum.

c)         Supervisor adalah spesialis pengajaran =>membantu guru kelas menjadi berpengetahuan, bergabung dengan dan diantara para guru menyampaikan ide-ide baru, pergi ke kelas mendemonstrasikan mengajar.

d)        Supervisor adalah Pekerja hubungan Manusia => kebanyakan kerja supervisor adalah informasi dan dari orang ke orang; apakah supervisor bekerja dengan guru-guru secara individual maupun kelompok, dengan staf pengajar dan staf administratif.

e)         Supervisor adalah pengembang staf

f)         Supervisor adalah administrator => sikap sebagaimana ada dalam keterampilan-keterampilan administrasi.

g)        Supervisor adalah pemimpin perubahan

h)        Supervisor adalah penilai => peranan-peranan yang telah dikemukakan di muka secara kolektif menempatkan supervisor suatu posisi penilai tetap. Menilai penampilan guru, pencapaian program, bahan-bahan pengajaran dan buku teks, dan menganalisa hasil tes kesemuanya adalah bagian dari peranan evaluasi.

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah

Wijono. 1989. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: P2LPTK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: