Manajemen Kelas Berperan Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar  mengajar  yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif, efisien dan berguna untuk mencapai kemampuan, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan. Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam belajar dan pembelajaran adalah manajemen kelas yang efektif dan efisien, karena proses pembelajaran lebih dominan dilakukan di dalam kelas. Oleh karena itu peran guru sangat berpengaruh dalam manajemen kelas, dengan manajemen kelas yang baik maka akan berdampak pada prestasi siswa yang baik pula. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti/hal yang pokok dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, efisien dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang maksimal.

Menurut Nizar, Samsul (2002:41) salah satu unsur penting dari proses kependidikan adalah pendidik. Di pundak pendidik terdapat tanggung jawab yang amat besar dalam upaya mengantarkan peserta didik ke arah tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan culture transition yang bersifat dinamis ke arah suatu perubahan secara kontinyu, sebagai sarana vital bagi membangun kebudayaan dan peradaban umat manusia. Dalam hal ini, pendidik bertanggung jawab memenuhi kebutuhan peserta didik, baik spiritual, intelektual, moral estetika maupun kebutuhan fisik peserta didik.

Yamin, Martinis dan Maisah (2009:103-113) mengemukakan peranan guru dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: (a) guru sebagai sumber belajar, (b) guru sebagai pendidik, (c) guru sebagai pembelajar, (d) guru sebagai pembimbing, (e) guru sebagai pelatih, (f) guru sebagai penasehat, (g) guru sebagai agen pembaharu, (h) guru sebagai model dan teladan.

Dalam kondisi nyata di sekolah sering dijumpai guru-guru yang dapat dikatakan kurang berhasil dalam mengajar. Indikator belum berhasilnya guru adalah prestasi belajar yang rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Kegagalan guru ini mungkin bukan hanya kurang menguasai materi bidang studinya, tetapi karena mereka tidak tahu atau belum mampu memanajemen kelas. Pembaharuan pendidikan yang mulai digalakkan beberapa puluh tahun yang lalu menyebabkan timbulnya usaha-usaha pemikiran diberbagai bidang pendidikan, seperti pembaharuan kurikulum, pembaharuan metode mengajar, pembaharuan administrasi pendidikan, pembaharuan media pendidikan, pembaharuan sistem supervisi dan sebagainya. Adanya pembaharuan ini telah menimbulkan perubahan bahan ukuran baik-buruk perihal kegiatan guru, kegiatan siswa, suasana kelas dan sebagainya.

Peranan guru sebagai manajer dalam kegiatan belajar di kelas sudah lama diakui sebagai salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru sebagai tenaga profesional, dituntut tidak hanya mampu mengelola pembelajaran saja tetapi juga harus mampu mengelola dan mengatur kelas, yaitu menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal(maksimal) bagi tercapainya tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.

Manajemen kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Misalnya memberi penguatan, mengembangkan hubungan guru dengan siswa dan membuat aturan kelompok yang produktif. Menurut Semiawan, Cony (1990:63) untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar, maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. Adapun menurut Usman (2003:97) pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif. Pengelolaan/manajemen dipandang sebagai salah satu aspek penyelenggaraan sistem pembelajaran yang mendasar, di antara sekian macam tugas guru di dalam kelas.

Fungsi manajemen kelas sangat mendasar sekali karena kegiatan guru dalam manajemen kelas meliputi kegiatan mengelola tingkah laku siswa dalam kelas, menciptakan iklim sosio emosional dan mengelola proses kelompok, sehingga keberhasilan guru dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan, indikatornya proses belajar mengajar berlangsung secara efektif. Oleh karena itu sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu di semua jenjang pendidikan, penerapan strategi manajemen kelas dalam pembelajaran merupakan salah satu alternatif yang diyakini dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang mendasar dari permasalahan pendidikan yang ada serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

DAFTAR RUJUKAN

Nizar, Samsul. 2002.  Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Pers

Semiawan, Cony. 1990. Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta: Gramedia

Usman, M.U. 2003. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yamin, Martinis dan Maisah. 2009. Manajemen Pembelajaran Kelas. Jakarta:GP Press.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: