“PENERAPAN MANAJEMEN HUMAS DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT”

Keberhasilan serta kesuksesan suatu pendidikan melibatkan faktor internal dan eksternal, diantara faktor tersebut yaitu lingkungan keluarga dan atau masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat. Ini berarti mengisyaratkan bahwa orang tua murid/wali murid dan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk berpartisipasi, turut memikirkan dan memberikan bantuan baik material maupun moril dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan secara maksimal.

Bentuk dukungan bisa bermacam-macam dan sangat situasional tergantung kepada bantuan seperti apa yang dibutuhkan oleh sekolah. Partisipasi dan keikutsertaan yang tinggi dari orang tua murid dalam pendidikan di sekolah merupakan salah satu ciri dari pengelolaan sekolah yang baik, artinya sejauh mana masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses pendidikan di sekolah adalah indikator terhadap manajemen humas sekolah yang bersangkutan.

Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah memberikan pengaruh yang positif bagi kemajuan sekolah, kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. Oleh karena itu,  untuk lebih memaksimalkan tujuan pendidikan yang ingin dicapai, diperlukan adanya hubungan antara sekolah dengan masyarakat yang baik.

Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 pasal 54 menjelaskan bahwa peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. Sejalan dengan konsep undang-undang, pemerintah menyerukan dan menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua dan masyarakat. Karena itu sekolah harus mengerti dan melaksanakan serta berupaya untuk meningkatkan peran serta masyarakat untuk bersama-sama menanggung pendidikan guna memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan. Dengan ini diharapkan masyarakat akan semakin antusias dan berkompetisi untuk meningkatkan mutu pendidikan ketingkat yang lebih tinggi.

Lingkungan pendidikan merupakan sebuah sistem, jadi saling berkaitan antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat luas. Sekolah sebagai sistem terbuka yang selalu mengadakan hubungan (kerja sama) yang baik dengan masyarakat, secara bersama-sama membangun pendidikan. Hal ini sangat mungkin, sebab dalam era globalisasi dengan perkembangan teknologi modern yang sangat pesat seperti sekarang ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi modal utama dalam membangun dan memajukan bangsa termasuk masyarakat itu sendiri.

Kegiatan humas didalam suatu lembaga pendidikan tidak hanya meliputi hubungan sekolah dengan orang tua siswa saja, akan tetapi menjalin hubungan dengan masyarakat luas, seperti menjalin relasi dengan masyarakat sekitarnya, sekolah lain, serta instansi pemerintah. Karena dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan membutuhkan jalinan komunikasi secara menyeluruh dengan semua lapisan masyarakat, supaya keberadaan sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat diterima ditengah-tengah masyarakat dan pelaksanaan kegiatannya berjalan dengan efektif dan efisien.

Mulyasa (2005:50) mengungkapkan bahwa, “Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah atau pendidikan secara efektif dan efisien.” Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat dan sekolah mempunyai keterkaitan dan saling berperan satu sama lain. Apalagi sekarang ini, pemerintah telah mensosialisasikan adanya kebijakan desentralisasi pendidikan dimana sekolah mempunyai hak untuk mengatur sekolahnya sendiri agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara maksimal. Oleh sebab itu, sebaiknya sekolah dalam mengatur kegiatan humasnya berusaha menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga lain di luar sekolah dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Fungsi humas di Sekolah hendaknya dijalankan dengan baik, agar program kerja manajemen humas bisa terlaksana dengan baik. Beberapa kegiatan sekolah yang melibatkan masyarakat sekitar dan atau wali murid, dan adanya program sekolah yang berhubungan dengan ke Humasan sehingga ada partisipasi wali murid dalam usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal, hal ini ditunjukkan dengan antusiasme wali murid yang berperan aktif dalam proses pemajuan sekolah. Selain itu dengan adanya fungsi humas menyebabkan keeksistensian sekolah tersebut diketahui oleh lingkungan masyarakat dalam lingkup yang lebih luas. Dalam kegiatan humas tersebut melakukan fungsinya melalui media berupa televisi, radio dan lain-lain. Topik yang dijadikan/diangkat adalah: (1) inovasi pendidikan; (2) Prestasi yang diraih Sekolah; (3) Aktivitas pembelajaran yang ada di Sekolah; (4) Bentuk simpati dan empati Sekolah terhadap suatu permasalahan yang sedang booming.

 

Daftar Rujukan:

 

Basuki, Markus. 2009. Manajemen Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat. Malang: (No. 09370013/MKPP – Program Pasca Sarjana UMM 2009)

Basuki, Rokhmat. Strategi Hubungan Masyarakat Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Nurul Huda Malang. (Malang 2007). Skripsi

Mulyasa. 2005. Manajemen berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: